Langsung ke konten utama

AWAS ANJING GALAK

AWAS ANJING GALAK

“Udah, masuk aja!” ujar si Bubba sambil pelan-pelan membuka pintu pagar pekarangan si Profesor.
“Tapi Bubba…” Suara Mach rada-rada serak kayak ketakutan, “…apa kamu gak liat ada tulisan ‘AWAS ANJING GALAK’ di pagar tadi?”.
“Ah, aku udah pernah liat kok anjingnya si Prof, anjing lucu, imut, mana mungkin galak!” jawab si Bubba sambil terus masuk ke pekarangan. “Paling si Prof cuman mau nakut-nakutin doang!”
Di dekat situ keliatan rumah anjingnya, dan anjingnya lagi tidur! Hei! Lucu juga mukanya, bikin gemes, pikir Mach. “Yuk, kita deketin anjingnya!” Bubba malah menghampiri rumah anjing di pekarangan itu.
“Husssh!! Jangan dong, entar bangun lho!”
“Ah, gak apa-apa bangun juga!” ujar Bubba, lalu dia membelai anjing itu. Tiba-tiba, mata anjing itu terbuka, dan langsung mengeram…
“WAAAAAAAA!!!!!” Mach en Bubba kaget sekaget-kagetnya. Si anjing berdiri dan langsung mengejar Mach dan Bubba yang lari tunggang langgang menuju pintu pagar. “GUK! GUK! GRRRRR”

Grauk! “WUAAA!!!” Astaga! Betis Bubba kena gigitan si anjing lucu yang berubah ganas itu, dia langsung jatuh terjerembab ke tanah. Mach mau gak mau berhenti berlari dan mencoba mengusir anjing itu dengan ranting kayu. “Huss!! Hush!!! Diam! Diam!” Mach mencoba menenangkan anjing itu. “TOLOOOOONGGG!!!”.

“Groyattunf!” Tiba-tiba dari arah pintu rumah terdengar suara si Prof. “Groyattuuunf! Sit!” Tiba-tiba si anjing itu diam dan duduk tenang. Bubba lalu dipapah masuk ke rumah Prof dan diobati sama pembantunya si Prof.
“Kenapa kalian masuk tanpa permisi?” tanya si Prof sambil mengambilkan minuman buat Mach dan Bubba, “Bukankah Prof udah pasang tulisan di pagar supaya hati-hati?”.
“Iya, maaf Prof” jawab Bubba.
“Kami mau minta tandatangan Prof buat tugas besok” tambah Mach.
“Kami kira, Prof boongan…Aduh!” Bubba menjerit gara-gara lukanya kena obat antiseptik, “…abis, anjing Prof imut banget sih.”
“Groyattunf memang anjing hasil percobaan blasteran Prof” Prof menjelaskan, “…tampak luarnya imut tapi gallaaaakknya minta ampyun!

Pulang dari rumah Profesor, sambil berjalan terpincang-pincang, Bubba merenungkan kejadian tadi. “Aku jadi inget kata pendeta minggu kemaren…”
“Yang mana?” tanya Mach sambil memapah Bubba.
“Dosa tampak luarnya baik, tapi dalamnya berbahaya!”
Hmmm… coba kalo ada tulisan AWAS DOSA GALAK. (GF!)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERIBAHASA MACH 2

Masih inget dulu Mach dihukum sama si profesor gara-gara nggak ngerjain peer? Mach kan disuruh nyusun peribahasa dalam bahasa Indonesia. Rupanya si profesor ngasih nilai jelek banget, soalnya Mach bikin peribahasa versi Mach sendiri. Nah.. Mach dihukum ulang bikin lagi tugas yang sama sebagai perbaikan. Tapi tau enggak? Nilai Mach tetep jeblok! Kenapa ya? Liat aja deh hasil tugas Mach: PERIBAHASA MACH 2 Seperti kebakaran jenggot, call 911. Tiada rotan, akar pun jadi. Tiada Rakhe, Ram Punjabi Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Cinere.. Gandul.. Tariiiik!. Sudah jadi abu arang, sate lupa diangkat. Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang singa berdoa. Malu bertanya sesat di mal Gali lubang tutup lubang, cangkul-cangkul-cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita. Sambil menyelam minum air, keselek ikan mas. Seperti telur di ujung tanduk, ..awas.. awas.. aahh! Krak! Kura-kura dalam perahu, pura-pura dalam perahu, padahal dal...

PESTA KEJUTAN

PESTA KEJUTAN Mengendap-endap. Mengendap-endap. Mach mengendap-endap masuk ke kamar asrama. Mach baru pulang dari mall, Mach tau bakalan ada pesta kejutan di kampus Profesor Time. Mengendap-endap. Mach mengendap-endap. Lalu Mach duduk di kursi. Ruangan kosong. Mach tau pasti Si Profesor, Getto, Freska, Nyonya Collie asisten si Prof, Mang George Murray tukang sapu, Bibi Melicya Kostanova yang suka beres-beres dapur, Abang Rudolf tukang sayur keliling langganan si bibi, Yopie Stanley temen sebangku, Lisa Duroph guru bahasa Klingon Mach, Mas Qirun dosen pelajaran quantum leap, Gore Abbanoq ketua kelas, Fifie Warsajinel cewek penjaga kantin terbang dan teman-temanku semuanya pasti lagi sembunyi... somewhere. Mach duduk diam. Mata pura-pura merem. Hmmm... udah setengah jam. Kuat amat mereka sembunyi, pikir Mach. Dua jam empat puluh tujuh menit duapuluh sembilan detik tujuh puluh empat warpoz sebelas koma lima puluh enam zinkronx udah Mach nunggu. Gak keluar teriakan “S...

BERAT DOSA

BERAT DOSA Tahun 1678. Pesawat Timemachine Mach mendarat dengan sempurna, nggak kayak biasanya. Biasanya sih pasti ngadat tiap kali mundur ke tahun lampau. Setelah keluar dari pesawat, tiba-tiba ..bletuk! Sebuah batu besar menimpa atap pesawat. Ya. Ya. Ini baru kayak biasanya. Mach ketemu seorang misionaris yang lagi berkhotbah di depan sebuah bar. Rupanya di bar itu lagi banyak orang yang lagi berantem, bahkan salah seorang pemabuk tak dikenal tewas di tempat itu karena over dosis. Sang misionaris berusaha melerai mereka dan berujung khotbah di pinggir jalan, di depan mayat tak dikenal itu. “Bertobatlah, berbaliklah dari jalan-jalanmu yang jahat. Percayalah pada Tuhan dan kamu akan selamat!” teriak sang misionaris, “...dosa-dosamu yang berat sudah Tuhan tanggung semua, asal engkau mau percaya, bertobat dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan!” Tiba-tiba seorang anak muda berdiri, dan dengan nada bicara yang sinis bertanya pada sang misionaris, “Pak, kalau Bapak bilang ...