Langsung ke konten utama

PESTA KEJUTAN


PESTA KEJUTAN

Mengendap-endap. Mengendap-endap. Mach mengendap-endap masuk ke kamar asrama. Mach baru pulang dari mall, Mach tau bakalan ada pesta kejutan di kampus Profesor Time.

Mengendap-endap. Mach mengendap-endap. Lalu Mach duduk di kursi. Ruangan kosong. Mach tau pasti Si Profesor, Getto, Freska, Nyonya Collie asisten si Prof, Mang George Murray tukang sapu, Bibi Melicya Kostanova yang suka beres-beres dapur, Abang Rudolf tukang sayur keliling langganan si bibi, Yopie Stanley temen sebangku, Lisa Duroph guru bahasa Klingon Mach, Mas Qirun dosen pelajaran quantum leap, Gore Abbanoq ketua kelas, Fifie Warsajinel cewek penjaga kantin terbang dan teman-temanku semuanya pasti lagi sembunyi... somewhere.

Mach duduk diam. Mata pura-pura merem.
Hmmm... udah setengah jam. Kuat amat mereka sembunyi, pikir Mach.

Dua jam empat puluh tujuh menit duapuluh sembilan detik tujuh puluh empat warpoz sebelas koma lima puluh enam zinkronx udah Mach nunggu. Gak keluar teriakan “SURPRISE!!” dari manapun. Mach sedih.

Mach kecewa. Mereka gak ada yang inget ulang taun Mach. Mana Mach jauh dari rumah... kalo saja ultah kali ini Mach ada di rumah, pasti udah disediain kue tart sama si Emak, atau kambing guling bikinan Paman Dodo, atau kue coklat dari San-Sin sang primadona kampung pujaan hati Mach. Pasti mereka inget. Pasti.

***
Temen-temen boleh lupa. Mach berpikir... apakah Tuhan bisa lupa kalo hari ini Mach ulang taun? Gak mungkin!! Mach inget pesen si Profesor yang bilang kalo Tuhan bisa dengan mudah menciptakan planet dan menghancurkannya lagi kalo IA gak suka. Atau dengan mudah IA bisa mengusir malaikat yang memberontak padaNya. Tapi manusia..., coba kita baca di Mazmur 135, DIA membuatnya gak sembarangan.. IA menenunnya!! Coba kita pikir lagi.., manusia kalo ilang dicari sampe ketemu, kalo berdosa diampuni!! Mana mungkin Tuhan yang sebegitu sayangnya sama manusia bisa lupa!! No way. Ahh.. Mach tentram sekarang. Tuhan ingat.. Tuhan baik, IA memberi banyak berkat sepanjang hidup Mach.

***

“Mach!”, suara si Profesor bangunin Mach, “bangun!!.. kamu gak ke kelas hari ini?”.
Hah, kelas? Kelas apaan? ... Ya Tuhan! Mach lupa kalo Yopie Stanley kemaren SMS buat ngasih tau ada kelas tambahan sore ini.

Waaaaks!! Telat lima puluh detik tujuh puluh empat koma delapan ratus tigapuluh dua zinkronx! Mach lari sekuat tenaga, tabrak sana tabrak sini dan ...

“SURPRISE!!!”
Mereka semua ada di kelas dengan kue tart plus si Emak, Paman Dodo, dan si Manis San-Sin tercayang.
I knew it! (F!)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERIBAHASA MACH 2

Masih inget dulu Mach dihukum sama si profesor gara-gara nggak ngerjain peer? Mach kan disuruh nyusun peribahasa dalam bahasa Indonesia. Rupanya si profesor ngasih nilai jelek banget, soalnya Mach bikin peribahasa versi Mach sendiri. Nah.. Mach dihukum ulang bikin lagi tugas yang sama sebagai perbaikan. Tapi tau enggak? Nilai Mach tetep jeblok! Kenapa ya? Liat aja deh hasil tugas Mach: PERIBAHASA MACH 2 Seperti kebakaran jenggot, call 911. Tiada rotan, akar pun jadi. Tiada Rakhe, Ram Punjabi Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Cinere.. Gandul.. Tariiiik!. Sudah jadi abu arang, sate lupa diangkat. Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang singa berdoa. Malu bertanya sesat di mal Gali lubang tutup lubang, cangkul-cangkul-cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita. Sambil menyelam minum air, keselek ikan mas. Seperti telur di ujung tanduk, ..awas.. awas.. aahh! Krak! Kura-kura dalam perahu, pura-pura dalam perahu, padahal dal...

BERAT DOSA

BERAT DOSA Tahun 1678. Pesawat Timemachine Mach mendarat dengan sempurna, nggak kayak biasanya. Biasanya sih pasti ngadat tiap kali mundur ke tahun lampau. Setelah keluar dari pesawat, tiba-tiba ..bletuk! Sebuah batu besar menimpa atap pesawat. Ya. Ya. Ini baru kayak biasanya. Mach ketemu seorang misionaris yang lagi berkhotbah di depan sebuah bar. Rupanya di bar itu lagi banyak orang yang lagi berantem, bahkan salah seorang pemabuk tak dikenal tewas di tempat itu karena over dosis. Sang misionaris berusaha melerai mereka dan berujung khotbah di pinggir jalan, di depan mayat tak dikenal itu. “Bertobatlah, berbaliklah dari jalan-jalanmu yang jahat. Percayalah pada Tuhan dan kamu akan selamat!” teriak sang misionaris, “...dosa-dosamu yang berat sudah Tuhan tanggung semua, asal engkau mau percaya, bertobat dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan!” Tiba-tiba seorang anak muda berdiri, dan dengan nada bicara yang sinis bertanya pada sang misionaris, “Pak, kalau Bapak bilang ...