BERAT
DOSA
Tahun
1678. Pesawat Timemachine Mach mendarat dengan sempurna, nggak kayak biasanya.
Biasanya sih pasti ngadat tiap kali mundur ke tahun lampau. Setelah keluar dari
pesawat, tiba-tiba ..bletuk! Sebuah batu besar menimpa atap pesawat. Ya. Ya. Ini
baru kayak biasanya.
Mach
ketemu seorang misionaris yang lagi berkhotbah di depan sebuah bar. Rupanya di
bar itu lagi banyak orang yang lagi berantem, bahkan salah seorang pemabuk tak
dikenal tewas di tempat itu karena over dosis. Sang misionaris berusaha melerai
mereka dan berujung khotbah di pinggir jalan, di depan mayat tak dikenal itu.
“Bertobatlah,
berbaliklah dari jalan-jalanmu yang jahat. Percayalah pada Tuhan dan kamu akan
selamat!” teriak sang misionaris, “...dosa-dosamu yang berat sudah Tuhan tanggung
semua, asal engkau mau percaya, bertobat dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan!”
Tiba-tiba
seorang anak muda berdiri, dan dengan nada bicara yang sinis bertanya pada sang
misionaris, “Pak, kalau Bapak bilang dosa itu berat, seberapa berat sih? 1 kilo?
5 kilo? 100 kilo? Soalnya aku kok nggak ngerasa berat ya?”
Sang
misionaris tertegun. Kayaknya ia belum siap menjawab pertanyaan sinis anak muda
itu. Mach juga rada jengkel sama si anak muda, tapi... kasian juga sih, soalnya
dia belum tau kebenaran. Tiba-tiba Mach punya hikmat. Mach ambil sebuah kardus
penuh botol minuman, lumayan berat sih, lalu Mach angkat dan simpan diatas
perut mayat yang terbaring di pinggir jalan itu. Semua orang kaget en heran apa
yang dilakukan si Mach. “Teman,” ujar Mach pada si anak muda itu, “...menurut
kamu kenapa orang ini nggak ngerasain beratnya kardus botol ini ya?”.
Sambil
tertawa, si anak muda berpakaian necis itu langsung menjawab, “Haha, tentu aja
dia nggak bisa ngerasain beratnya botol itu, soalnya dia udah mati!”.
“Begitu
juga dengan dirimu,” lanjut Mach, “...kalo kamu nggak bisa ngerasain beratnya
dosa kamu, mungkin roh kamu udah mati”.
Bersyukurlah
kalo kita masih ngerasain beratnya beban dosa, karena Roh Kudus ingin kita
berbalik dan bertobat. Jangan sampe deh kita terbiasa dengan dosa en nggak
ngerasain beratnya dosa yang menumpuk di pundak kita. (GF!)
Komentar
Posting Komentar