Masih inget dulu Mach dihukum sama si profesor gara-gara
nggak ngerjain peer? Mach kan disuruh nyusun peribahasa dalam bahasa Indonesia.
Rupanya si profesor ngasih nilai jelek banget, soalnya Mach bikin peribahasa
versi Mach sendiri. Nah.. Mach dihukum ulang bikin lagi tugas yang sama sebagai
perbaikan. Tapi tau enggak? Nilai Mach tetep jeblok! Kenapa ya? Liat aja deh
hasil tugas Mach:
PERIBAHASA MACH 2
Seperti kebakaran
jenggot, call 911.
Tiada rotan, akar pun
jadi. Tiada Rakhe, Ram Punjabi
Sekali dayung dua tiga
pulau terlampaui, Cinere.. Gandul.. Tariiiik!.
Sudah jadi abu arang,
sate lupa diangkat.
Masuk kandang kambing
mengembik, masuk kandang singa berdoa.
Malu bertanya sesat di
mal
Gali lubang tutup
lubang, cangkul-cangkul-cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita.
Sambil menyelam minum
air, keselek ikan mas.
Seperti telur di ujung
tanduk, ..awas.. awas.. aahh! Krak!
Kura-kura dalam
perahu, pura-pura dalam perahu, padahal dalam VW
Bagai air di daun
talas, minum air pake gelas, mas!
Dunia tak selebar daun
kelor, kalo nunggu itu yang sabar jangan malah molor.
Gajah meninggalkan
gading, Harimau meninggalkan belangnya, manusia meninggal.. dunia.
Siapa suruh datang
Jakarta? Kirim jawaban anda ke PO BOX JKBYGB 12345 cap pos.
Sudah jatuh tertimpa
tangga, ketabrak becak, digonggong anjing, ketimpa tangga lagi, dilindes
sepeda, diinjekin bebek.
Setali tiga uang, dua
tali enam uang, kalo talinya banyak mending simpen di bank.
Disana gunung disini
gunung, sebelah sana dikit ada sungai, lurus belok kanan mentok ada warung
ngopi dulu ah.
Tiada gading yang tak
retak. Peribahasa ini garing, gua dijitak!
Bagaikan menjaring
angin. Biarpun peribahasa ini garing, tapi gua kepingin.
Buah tangan buah
kedondong, tepuk tangan buat Tuhan dong. (gF!)
Komentar
Posting Komentar