Langsung ke konten utama

DONAT! DONAAAT!


Sore itu, Mach harus ngejagain si Dunnaweirz Jamilowjoxxi, ponakan Mach yang pernah Mach ceritain beberapa waktu yang lalu. Temen-temen menyebutnya MiniMach, soalnya dia suka ngikutin gerak-gerik Mach. Dan bentuknya mini. Hehe.

Ah, Mach bawa ke mall aja deh kali ini, sekalian mau nyobain konter donat yang baru dibuka kemaren. Katanya, mereka bagi-bagi sample donat gratis buat pengunjung mall beberapa hari ini. Wah, asik juga tuh.

Tiba di depan konter donat… Weleh-weleh, ngantrinya kayak kompor meleduk di lapangan basket sambil menyanyi naik-naik ke puncak gunung dengan  nada G pake gitar akustik! Panjang bangeeeet! Tapi… yaaaa… lumayan deh, Mach dan Dunnaweirz Jamilowjoxxi ikutan ngantri aja, abis penasaran gimana rasanya donat baru itu. MiniMach juga penasaran pengen ngerasain apa rasanya bagian tengah donat yang bolong itu.

“Paman Mach, kenapa sih banyak orang yang ngantri kayak gini?” tanya Dunnaweirz Jamilowjoxxi sambil ngupil. Tapi hidungnya pake hidung Mach.
“Soalnya banyak yang pengen nyicipin donat baru ini” jawab Mach asik diupilin.
“Paman Mach, kenapa juga banyak yang makan donat ini di dalam sana?” tanya Dunnaweirz Jamilowjoxxi menunjuk kafe di sebelah dalam konter donat itu sambil tetep ngupil. Kali ini hidung yang diupilin hidungnya sendiri. Tapi pake jari Mach.
“Soalnya setelah nyicipin yang gratisnya, kayaknya donatnya enak, jadi orang-orang pada mau beli en pada nongkrong di kafenya”.
“Oooh…, terus kenapa langit warnanya biru?”
“Lho, kok pertanyaannya gak nyambung?”
“Nyambung kok, kalo pertanyaan gak nyambung itu kayak gini: kenapa langit warnanya gak nyambung?”
“%$@%^*”

Abis nyicip donat gratis itu, Mach beli selusin buat oleh-oleh buat si Emak di rumah. Abis memang donatnya enak banget. Jadi inget sama si Bubba, temen Mach sekampus. Dulu dia gak percaya sama sekali sama Tuhan Yesus. Selalu menentang kalo Mach ngomongin soal Yesus. Tapi kemudian setelah berteman lama, dia tiba-tiba ngomong pengen ikut Yesus. Pas ditanya kenapa, dia jawab “Soalnya gue udah liat en nyicipin kelakuan kamu yang baik, itu pasti lantaran kamu ngikutin ‘Seseorang ‘ yang baik dalam hidupmu. Dan aku mau ikut Orang itu.”

Mach lega, karena Bubba udah mau ‘nyicipin sample gratis’ dari Yesus, dan akhirnya dia mau ‘beli’ Yesus dan bahkan jadi ‘langganan’! Jadikan hidupmu contoh alias sample dari Yesus, biar orang banyak nongkrong di kafenya Yesus! (F!)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERIBAHASA MACH 2

Masih inget dulu Mach dihukum sama si profesor gara-gara nggak ngerjain peer? Mach kan disuruh nyusun peribahasa dalam bahasa Indonesia. Rupanya si profesor ngasih nilai jelek banget, soalnya Mach bikin peribahasa versi Mach sendiri. Nah.. Mach dihukum ulang bikin lagi tugas yang sama sebagai perbaikan. Tapi tau enggak? Nilai Mach tetep jeblok! Kenapa ya? Liat aja deh hasil tugas Mach: PERIBAHASA MACH 2 Seperti kebakaran jenggot, call 911. Tiada rotan, akar pun jadi. Tiada Rakhe, Ram Punjabi Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Cinere.. Gandul.. Tariiiik!. Sudah jadi abu arang, sate lupa diangkat. Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang singa berdoa. Malu bertanya sesat di mal Gali lubang tutup lubang, cangkul-cangkul-cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita. Sambil menyelam minum air, keselek ikan mas. Seperti telur di ujung tanduk, ..awas.. awas.. aahh! Krak! Kura-kura dalam perahu, pura-pura dalam perahu, padahal dal...

PESTA KEJUTAN

PESTA KEJUTAN Mengendap-endap. Mengendap-endap. Mach mengendap-endap masuk ke kamar asrama. Mach baru pulang dari mall, Mach tau bakalan ada pesta kejutan di kampus Profesor Time. Mengendap-endap. Mach mengendap-endap. Lalu Mach duduk di kursi. Ruangan kosong. Mach tau pasti Si Profesor, Getto, Freska, Nyonya Collie asisten si Prof, Mang George Murray tukang sapu, Bibi Melicya Kostanova yang suka beres-beres dapur, Abang Rudolf tukang sayur keliling langganan si bibi, Yopie Stanley temen sebangku, Lisa Duroph guru bahasa Klingon Mach, Mas Qirun dosen pelajaran quantum leap, Gore Abbanoq ketua kelas, Fifie Warsajinel cewek penjaga kantin terbang dan teman-temanku semuanya pasti lagi sembunyi... somewhere. Mach duduk diam. Mata pura-pura merem. Hmmm... udah setengah jam. Kuat amat mereka sembunyi, pikir Mach. Dua jam empat puluh tujuh menit duapuluh sembilan detik tujuh puluh empat warpoz sebelas koma lima puluh enam zinkronx udah Mach nunggu. Gak keluar teriakan “S...

BERAT DOSA

BERAT DOSA Tahun 1678. Pesawat Timemachine Mach mendarat dengan sempurna, nggak kayak biasanya. Biasanya sih pasti ngadat tiap kali mundur ke tahun lampau. Setelah keluar dari pesawat, tiba-tiba ..bletuk! Sebuah batu besar menimpa atap pesawat. Ya. Ya. Ini baru kayak biasanya. Mach ketemu seorang misionaris yang lagi berkhotbah di depan sebuah bar. Rupanya di bar itu lagi banyak orang yang lagi berantem, bahkan salah seorang pemabuk tak dikenal tewas di tempat itu karena over dosis. Sang misionaris berusaha melerai mereka dan berujung khotbah di pinggir jalan, di depan mayat tak dikenal itu. “Bertobatlah, berbaliklah dari jalan-jalanmu yang jahat. Percayalah pada Tuhan dan kamu akan selamat!” teriak sang misionaris, “...dosa-dosamu yang berat sudah Tuhan tanggung semua, asal engkau mau percaya, bertobat dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan!” Tiba-tiba seorang anak muda berdiri, dan dengan nada bicara yang sinis bertanya pada sang misionaris, “Pak, kalau Bapak bilang ...