BATU APAAN NIH! Brekbekbek. Brekbekbek. Pret. Seperti biasa pesawat Mach ngadat. Ngadat di waktu yang tak tentu arah. Di waktu yang bernada sumbang. Apaan sih. Yang pasti semuanya gak pasti. Rupanya bensinnya abis. Duit Mach juga abis. Wah, Mach harus cari bantuan, harus beli bensin tapi gak ada duit! Hmmm… semoga ada orang yang mau meminjami Mach duit di bawah bukit sana. Mach harus berjalan berjuta-juta centimeter untuk mencapai tujuan Mach selanjutnya, sambil menuruni lembah. Dari atas bukit nan hijau toska, sembriwing hati nan ridu berkala, Mach bisa melihat jalan setapak berkelak-kelok. Jalan yang harus Mach tempuh. Huaduh! Panjang amat. Dari kejauhan, terlihat beberapa orang juga menyusuri jalan tersebut. Ada yang pake sepeda, mobil, motor, becak, sepatu dan sandal. Rupanya jalan setapak dinosaurus ini rame juga. Tapi, hei, kok ada batu gede yang menghalangi jalan disana. Gak ada orang yang mau memindahkannya biar jalanan gak macet. Mungkin batunya berat kali ya....